Banda Aceh --- Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN)
No.5 Banda Aceh, M Ali Abdullah, S.Pd berharap pemberian dana Bantuan
Operasional Sekolah Daerah (Bosda) tidak lagi dikucurkan berdasarkan
pada jumlah pelajar di sekolah yang bersangkutan.
"Tapi, diberikan sesuai kebutuhan sekolah, sehingga sekolah kecil
atau pinggiran juga mendapat hak yang sama agar bisa bersaing dengan
secara sehat dengan sekolah-sekolah unggulan," katanya kepada saya,
Selasa (15/1/2013).
Bicara Bosda, Ali Abdullah menjelaskan dana Bosda yang diterima
pihaknya sebesar Rp200 ribu per siswa selama satu tahun. Sementara
jumlah siswa di sekolah tersebut berjumlah 232 orang.
Katanya,
dana tersebut lebih banyak banyak dipakai oleh sekolah untuk biaya alat
tulis kantor (ATK). "Berbeda dengan dana BOS yang penggunaannya
ditujukan untuk siswanya," timpal Ali Abdullah.
Untuk saat ini, tambahnya, SMPN 5 baru memilikii enam unit komputer,
padahal selayaknya ada 20 unit perangkat komputer. Padahal, katanya,
ruang sudah ada untuk penempatan 14 unit komputer lagi.
Karena
itu, dia berharap supaya pihak-pihak terkait dapat membantu sekolahnya.
Meski dengan kondisi serba kekurangan, Ali Abdullah tak putus asa dan
tetap menjalankan kegiatan belajar mengajarnya seperti biasa.
Sekolah ini sendiri berada di pinggiran Kota Banda Aceh dengan sarana dan prasarana yang sangat terbatas. Kepsek ini pun optimis bisa meningkatkan mutu sekolah tersebut.
Penulis Maslina
Jurnalis Warga
tinggal di Lampaseh Kec Jaya Baru Banda Aceh
Home »
jurnalis warga
» Dana Bosda Jangan Mengacu Pada Jumlah Siswa
Dana Bosda Jangan Mengacu Pada Jumlah Siswa
Posted by Blog Warga on Selasa, 15 Januari 2013. Label:
jurnalis warga
Related News


Tidak ada komentar: