Kepala Sekolah SLB Bukersa Banda Aceh Munawarman, mengatakan, meskipun
sudah mendapatkan bantuan dari pemerintah, akan tetapi SLB Bukesra masih
memiliki permasalahan menyangkut kualitas guru dan fasilitas sekolah
yang belum memadai.
Menurutnya, bantuan yang diberikan pemerintah hanya cukup untuk memenuhi
kebutuhan dasar siswa saja. Sedangkan untuk menunjang kebutuhan belajar
lainnya belum cukup.
“Bantuan pemerintah ada, tapi iya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan
dasar saja, seperti menutup biaya SPP. Karena kita tidak memungut lagi
biaya itu,” ungkap Munawarman, Rabu (25/06/2014).
Dia juga mengungkapkan, pihaknya sering sekali dihadapkan dengan
kurangnya alat peraga untuk menunjang pembelajaran. Seperti kekurangan
huruf braile untuk penyandang tuna netra. Hal itu yang membuat pihak
sekolah kesulitan dalam proses belajar mengajar.
Selain itu, Munawarman juga menilai guru-guru yang mengajar tidak banyak
yang memiliki latar belakang ilmu Pendidikan Luar Biasa (PLB). Sehingga
tenaga pengajar yang dimiliki tidak sesuai dengan sekolah luar biasa.
“Iya kita masih kekurangan tenaga pengajar yang basicnya pendidikan luar
biasa, akan tetapi kita juga berterimakasih kepada guru yang selama ini
ikhlas dalam mengajar,” jelasnya.
Ada 90 siswa yang belajar di sekolah itu yang terdiri dari SD 42 siswa,
SMP 34 siswa, dan SMA 24 siswa. Sedangkan 40 siswa diantaranya
diasramakan di situ. Munawarman juga menyinggung soal fasilitas sekolah
yang belum memadai. Halaman yang terlalu sempit membuat anak-anak
terbatas ruang gerak bermainnya.
“Bermain adalah salah satu cara belajar dan menunjang psikologis anak,
akan tetapi kalau halaman sempit ini tentu akan menyulitkan anak-anak,”
katanya.
Sekolah Luar Biasa (SLB) Bukesra sudah berdiri sejak tahun 1982. Walapun
dengan beberapa kekurangan, Sekolah ini tetap bepresetasi baik di lokal
maupun nasional.
“Soal prestasi kita kita banyak, kita sering mengkuti dan memenangkan
even-even nasional,” tutup Munawarman sambil tersenyum. [ryan juliansyah]



Tidak ada komentar: