JURNALISME warga (citizen journalism) adalah aktivitas
jurnalistik yang dilakukan oleh warga biasa (bukan wartawan). Berita
atau informasi yang diproduksi disebarluaskan melalui berbagai media,
termasuk media sosial dan blog.
Banyak juga mediamainstream yang memberikan ruang bagi jurnalisme warga, seperti Republika Online.
Beberapa hari lalu ada seorang jurnalis warga –mengaku sebagai “praktisi CJ” (Citizen Journalism)–
kirim email ke saya. Ia bertanya, apakah CJ juga harus mengikuti kaidah
penulisan berita, seperti 5W+1H? Saya jawab, ya, agar berita yang
ditulis lengkap. Formula 5W+1H menjadi semacam rumus baku dalam
penulisan berita.
Selain itu, ada sejumlah prinsip dasar jurnalisme warga yang harus diperhatikan. Seperti dikutip Bighow Guide dalam “Citizen Journalism Basics“, salah satu tokoh terkemuka pendukung CJ, Dan Gillmor dan JD Lasica mengemukakan lima prinsip dasar jurnalisme warga (five basic principles of Citizen Journalism):
Accuracy. Akurasi, ketepatan.
Thoroughness. Kecermatan, ketelitian.
Transparency. Transparansi, keterbukaan dalam peliputan berita.
Fairness. Kejujuran
Independence. Independensi, tidak berpihak dan tidak terikat oleh kelompok mana pun.
ISTILAH LAIN CJ
Ada 9 alternatif nama untuk Jurnalisme Warga (Citizen Journalism) sebagaimana dikemukakan Mark Glaser di Mediashift:
Grassroots journalism. Jurnalisme Akar Rumput
Networked journalism. Jurnalisme Berjejaring.
Open source journalism. Jurnalisme Sumber Terbuka.
Citizen media. Media Warga.
Participatory journalism. Jurnalisme Partisipasi.
Hyperlocal journalism. Jurnalisme Sangat Lokal.
Bottom-up journalism. Jurnalisme Bawah-ke-Atas.
Stand-alone journalism. Jurnalisme Mandiri.
Distributed journalism. Jurnalisme Terdistribusi.
Ah, bahasa Inggris saya kurang bagus. Benarkah terjemahanya demikian? Silakan cari terjemahan yang lebih pasa dan enak. [romeltea.com]



Tidak ada komentar: