JURNALIS Media Online Harus Serbabisa. Online Journalist tidak hanya
dituntut bisa menulis berita (teks) dengan baik, cepat, dan ringkas,
tapi juga mesti mampu menguasai banyak hal terkait multimedia sehingga
menjadi “adaptable journalist” (wartawan yang mampu beradaptasi dengan aneka media).
Serbabisa merupakan salah satu prinsip jurnalistik
online yang terangkum dalam BASIC (Brevity, Adaptability, Scannable,
Interactivity, Community) sebagaimana dikemukakan Paul Bradshaw (Senior
Lecturer, Online Journalism, Magazines and New Media, School of Media,
Birmingham City University, UK (mediacourses.com), Blogger) seperti
dipublikasikan Online Journalism Blog.
Ketika membahas prinsip “adaptability”, Bradshaw mengemukakan, adaptability (penyesuaian) adalah keterampilan kunci (key skills) wartawan di era new media. Era jurnalis hanya menulis naskah (teks) atau hanya merekam video dan audio, telah berlalu.
Saat ini, suratkabar, majalah, TV, dan radio punua versi online (website). Karenanya, kontennya pun disesuaikan dengan karakter konten media online, yakni:
(Hyper)Text
Audio
Video
Still images
Audio slideshows
Animation
Flash interactivity
Database-driven elements
Blogs (dalam hal ini: daftar artikel/berita/informasi tekstual).
Microblogging/Text/email alerts (Twitter)
Community elements – forums, wikis, social networking, polls, surveys
Live chats
Mapping
Mashups (aplikasi web).
“Jurnalis
online mesti cerdas memilih format yang paling pas untuk melaporkan
berita: teks, video, audio, map, atau gabungan,” kata Bradshaw.
Wartawan Media Online: All Journalist
Dikemukakan pula, jurnalis online dituntut mampu menjadi “All Journalist” (wartawan segala jenis media):
Menulis dengan baik, ringkas, dan cepat untuk lebih dari satu jenis media.
Menemukan informasi akurat dan sumber online dan offline terpercaya,
secara cepat, dan harus memiliki koleksi RSS Feeds (juga Google Alert,
pen.) agar “keeping them in touch with their area”.
Memahami
beberapa prinsip dasar video, audio, dan foto/gambar. Soal gambar,
misalnya, selain prinsip jurnalistik foto, juga soal ukuran (size) yang
tidak menggangu loading website.
Menguasai “editing software” –photo, video, and audio software.
Memahami komunitas online seperti Facebook, Flickr, Youtube –lebih baik lagi “should already be a productive member of one”.
Dengan
demikian, wartawan media online harus serbabisa, yakni menguasai
teknologi informasi dan komunikasi terkini, terutama terkait dengan
internet (online). [sumber: romeltea.com]



Tidak ada komentar: